My Galery

WELCOME MY BLOGER . vickybabel10.blogspot.com. DRILLING. RECORDING. HSE. TOPOGRAFI. FREELOADING. CLEARING / BRIDGING. SEISMIC SURVEY ACQUISITION
Showing posts with label TOPOGRAPHIC. Show all posts
Showing posts with label TOPOGRAPHIC. Show all posts

Wednesday, April 3, 2013

TOPOGRAPHIC

Survei GPS





Survey GPS dilaksanakan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan pekerjaan pengukuran topografi lintasan seismik. Tahapan survey GPS dimulai dari desain jaring diatas peta, orientasi lapangan, desain jaring final (setelah orientasi lapangan mengenai obstruksi dan aksesibilitas tempat), pembuatan tugu GPS (BenchmarkGPS), pengukuran GPS, pemrosesan data GPS dan pelaporan hasil.

Dalam survei GPS di dunia seismik, yang paling penting adalah masalah mengenai manajemen survei. Proses perencanaan survei yang mendetail, komprehensif dan realistis perlu dilakukan dengan sebaik mungkin. Ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan dalam survei GPS yaitu :
  1.  Perencanaan : peralatan, geometri, strategi pengamatan, strategi pengolahan data.
  2.  Persiapan : Organisasi pelaksanaan, reconnaissance (pengenalan lapangan).
  3.  Pengumpulan Data : Monumentasi, pengamatan satelit, data pelengkap.
  4.  Pengolahan Data : Pemrosesan awal, perhitungan baseline, perhitungan jaringan, transformasi koordinat, kontrol kualitas.
  5.  Pelaporan
Tidak menutup kemungkinan ketika kita akan melakukan survei, peralatan yang kita gunakan berbeda-beda merk dan spesifikasi teknisnya. Terkadang, dalam kondisi darurat penggunaan alat yang berbeda frekuensi (single dan double) terpaksa dilakukan. Jika hal ini terjadi, solusi paling memungkinkan adalah dengan menggunakan format data RINEX dalam pemrosesan data.

Pada pelaksanaan survei GPS, diperlukan receiver GPS tipe navigasi untuk mencari lokasi titik yang telah direncanakan (kegiatan reconnaissance). Selain itu GPS tipe navigasi digunakan juga untuk mengecek penampakan satelit pada lokasi yang dipilih serta membantu pergerakan tim survei.

Kendaraan bermotor diperlukan untuk pergerakan tim survei agar lebih efektif sehingga rencana survei yang telah dibuat bisa terlaksana. Akan lebih baik jika supir kendaraan adalah orang lokal, karena selain tahu daerahnya, juga bisa difungsikan sebagai orang kehumasan. Jenis kendaraan disesuaikan dengan daerah suvei.

Komunikasi penting dalam pelaksanaan survei GPS untuk sinkronisasi waktu pelaksanaan survei. Maka dari itu setiap personil pengamat GPS dibekali dengan radio komunikasi, sehingga pelaksanaan survei GPS dapat berjalan lancar. 

Untuk penentuan geometri  pengamat, parameter yang harus diperhatikan adalah : Lokasi titik, Jumlah titik, Konfigurasi jaringan, dan Karakteristik baseline. Titik ikat diusahakan sebisa mungkin merupakan titik ikat yang terdekat dengan area survei. Biasanya digunakan titik ikat dari BAKOSURTANAL ataupun titik ikat hasil pengukuran sebelumnya yang diberikan oleh klien. Untuk titik ikat vertikal, biasanya digunakan titik TTG atau jika memang diperlukan maka dilakukan pengamatan pasang surut selama 1 bulan untuk penentuan MSL.

Dalam hal konfigurasi baseline, konfigurasi dibuat dengan memperhitungkan : spesifikasi teknis, kondisi medan, fungsi dari titik-titik GPS itu nantinya, strategi tim survei, dan faktor efektifitas dan efisiensi. Konfigurasi jaringan yang baik tidak ada gunanya apabila lokasi titik sulit dicapai, selanjutnya tidak digunakan, atau tugunya hilang.

Strategi pengamatan harus direncanakan sebaik mungkin karena akan berpengaruh dengan aspek ketelitian posisi, finansial, waktu, pergerakan personil, akomodasi dan logistik. Sesi pengamatan GPS direncanakan secara matang sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. 

Penentuan lama pengamatan biasanya memperhitungkan faktor-faktor :
  1. Ketelitian posisi yang ingin dicapai.
  2. Panjang baseline.
  3. Jumlah satelit yang dapat diamat.
  4. Kekuatan dari satelit geometri.
  5. Aksesibilitas titik.
  6. Waktu pergerakan antar titik.
Ada pedoman dari Hasanudin Z. Abidin, mengenai lama pengamatan dengan panjang baseline tertentu, yaitu: 


Dalam survei seismik, tidak menutup kemungkinan bahwa area yang disurvei merupakan area yang belum ada akses jalan, daerah dengan tingkat obstruksi yang tinggi, rawan bahaya, ataupun secara teknis daerah tersebut jauh dari titik ikat (kontrol). Dalam hal titik ikat jauh dari area survei, secara teknis bisa dilakukan dengan pengukuran tambahan untuk mendekatkan titik kontrol ke area survei (pengukuran beranting), ataupun mengikutkan titik ikat langsung ke area survei dengan resiko baseline yang sangat panjang sehingga butuh waktu pengamatan yang lebih lama.

Oleh karena itu sekali lagi, perencanaan survei dan manajemen survei harus dilakukan sematang mungkin sehingga survei GPS dapat berjalan sesuai rencana, menghemat waktu dan biaya, serta yang paling penting adalah sesuai dengan kriteria spesifikasi teknis yang akan dicapai baik ketelitian horizontal maupun vertikalnya.

Wednesday, April 6, 2011

TOPOGRAPHIC DATA PROCESSING

Gps,Rtk,

Total Station
Field measurement data is then processed further, using computer assistance.Data from ETS processed by software for mapping switf. The calculation result of the data coordinates X,Y,Z,then we can obtain the difference between the theoretical data with measurments, the process data is done daily, then pooled into a single perfect-bound polygons (loop) daily processing to check whether the size ha distori or not. In this case the daily process of applying polygon off,it they get distori distori extent to which that has accurred,wheter signed or not tolerance. The most fundamental is the 3D seismic which is the position maintained shootpoint and trace,where the tolerance of each point -+ 5 meters. While in the 2D seismic which is maintained is the interval of each sp. The main source of the topographic data is the result of measurement stake out in the field (x,y) and the measurement result elevasi (2), the data that support the primary measure of data is data sun shot (at the beginning and end of measurement) and at the start line then there are the coordinates of the the start line. Coordinates of the seismic work consists of the calculation systems,namely :
- Polygon ferfect bound.
- A closed polygon.
No differences were fairly basic of the two polygons,the difference is in terms of the lid. The technical line which is measured must be bound. If there is no tip line control points,then made the shortest access to the line next to it to make a looping polygon. This is done to make mikanisme quality control of data measurment with a predetermined tolerance. While on the measurement line intersecting (crossing) points from the lines fix that intersect one another strapped, this is done to obtain the coordinates of crossing points through mikanisme adjustment. After all the size of each section are chaked with a tolerance, either through checks or perfect bound polygons with polygon loop.

Geodesi Pada Dunia Seismik

Aplikasi Ilmu Geodesi Geomatika pada dunia kerja salah satunya adalah pada dunia seismik. Eksplorasi seismik sendiri adalah istilah yang dipakai di dalam bidang geofisika untuk menerangkan aktivitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Hasil rekaman yang diperoleh dari survei ini disebut dengan penampang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya.
Contoh bagian dari ilmu Geodesi Geomatika pada pekerjaan seismik yang paling sering digunakan adalah survey GPS, Ilmu Ukur Tanah, Kartografi, dan GIS. Selain ilmu-ilmu Geodesi tersebut, banyak juga bagian dari ilmu Geodesi lain yang teraplikasi pada dunia kerja seismik, seperti survey hidrografi yang teraplikasi pada dunia kerja seismik air (marine seismic survey).
Pada awal pekerjaan, orientasi wilayah kerja sangat diperlukan untuk perencanaan pekerjaan selanjutnya. Orientasi ini meliputi orientasi langsung ke lapangan dan orientasi menggunakan data pendukung seperti peta, citra, dan data survey sebelumnya jika dimiliki. Dari hasil orientasi ini, pekerjaan selanjutnya adalah perencanaan Jaring GPS sebagai Jaring Kontrol Horizontal dan Vertikal. Pada perencanaan jaring GPS ini harus diperhitungkan aksesibilitas wilayah dan kondisi obstruksi wilayah rencana patok (BM) GPS. 
Setelah jaring GPS selesai dan semua persyaratan survey GPS sudah masuk toleransi yang ditentukan, pekerjaan selanjutnya adalah pengukuran 'lintasan seismik'. Lintasan seismik adalah jalur tempat akan dilaksanakannya survey seismik dimana lintasan seismik ini terdiri dari posisi-posisi sumber getar (Source Point) dan posisi-posisi penerima getaran (Receiver Point/Trace) yang memiliki interval jarak tertentu antar satu SP dengan SP lain atau antar satu Trace dengan Trace lain. Lintasan seismik sendiri biasanya lurus, tidak berbelok-belok, bisa berpotongan atau sejajar antara satu lintasan satu dengan lintasan lainnya. Panjang satu lintasan seismik bervariatif, bisa sampai ratusan km, tergantung wilayah kerja dan biasanya sudah ditentukan oleh perusahaan penyelenggara survey seismik mengenai koordinat ujung-ujung lintasan seismik. Kondisi seperti inilah yang memerlukan ketelitian dalam pekerjaan survey topografi untuk pengukuran lintasan seismik. Awal pengukuran atau yang biasa disebut pembukaan lintasan dilakukan dari titik kontrol terdekat (GPS) atau jika tidak memungkinkan, maka dilakukan pengukuran poligon dari titik GPS menuju lintasan terdekat (pengukuran ini biasa disebut dengan pengukuran akses).
Metode survey yang digunakan dalam survey pengukuran lintasan adalah metode stake out koordinat, dimana koordinat rencana posisi SP dan Trace (TR) sudah diketahui terlebih dahulu dan koordinat tersebut diaplikasikan pada posisi real/kenyataannya di lapangan. Untuk kontrol pengukuran sehari-harinya, maka dilakukan pengamatan azimuth matahari sebagai kontrol azimuth pengukuran, sehingga posisi SP dan TR teoritik tidak melenceng dari posisi seharusnya di lapangan. Mungkin terkesan klasik atau kuno karena pengamatan azimuth matahari masih digunakan sampai saat ini pada pengukuran seismik namun hal ini perlu dilakukan karena kontrol pengukuran harus diperoleh setiap hari sehingga pengukuran hari selanjutnya setidaknya sudah terkoreksi dan kesalahan melencengnya lintasan dari jalur seharusnya bisa dihindarkan. 
pengukuran topografi di area rawa-rawa
Penggambaran hasil pekerjaan diperlukan untuk mengetahui progress atau perkembangan pekerjaan setiap harinya. Estetika ilmu kartografi berperan dalam penggambaran peta progress ini agar setiap orang bisa menikmati dengan nyaman hasil gambar peta kita. Dalam pekerjaan survei seismik, banyak departemen atau bagian lain yang terlibat seperti bagian pengeboran, bagian kehumasan, bagian perekaman, dan bagian lainnya dimana setiap bagian memiliki data masing-masing. Dengan GIS, kita bisa mengintegrasikan data antar satu departemen dengan departemen lainnya sehingga menghasilkan sebuah database yang lengkap dan tampilan peta yang informatif yang bisa digunakan oleh semua departemen yang memerlukan.


Sekilas SVG

Saat ini banyak dikembangkan Sistem Informasi Geografi yang berbasis internet (SIGNET). Dalam SIGNET, Informasi spasial dan atribut dari permukaan bumi disajikan dengan berbasiskan web sehingga setiap informasi kebumian dari suatu wilayah dapat diakses dimanapun secara on line. Salah satu cara untuk menyajikan SIG dalam internet adalah menggunakan SVG.
SVG adalah singkatan dari Scalable Vector Graphics dan merupakan format file baru untuk menampilkan grafik dalam pengembangan web yang berbasis XML (eXtensible Markup Language). Selain SVG, ada juga MathML (Mathematic Markup Language) - berbasis XML- untuk menampilkan rumus-rumus matematika dan juga CML (Chemical Markup Language) untuk kimia (Athar dalam ilmukomputer.com).
SVG berfungsi untuk menampilkan grafik 2 dimensional dalam kode XML.
Pada dasarnya, SVG dapat digunakan untuk membuat tiga jenis objek grafik, yaitu :
1. path (terdiri dari garis lurus dan kurva),
2. gambar,
3. teks.
SVG dapat mengkreasikan sebuah grafik yang terdiri dari banyak vektor yang berbeda-beda. Sebuah vektor pada dasarnya adalah garis yang menghubungkan dua titik.


Hitung Perataan Kuadrat Terkecil


Setiap pengukuran selalu dihinggapi kesalahan yang sifatnya acak. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode yang dapat menentukan nilai parameter tertentu dengan meminimalkan kesalahan acak. Hitung perataan adalah suatu cara untuk menentukan nilai koreksi yang harus diberikan pada hasil pengukuran, sehingga hasil pengukuran memenuhi syarat geometriknya (Wolf, 1980). Syarat geometrik merupakan suatu kondisi yang harus dipenuhi dari hubungan suatu pengukuran dengan pengukuran lainnya.
Hitung perataan kuadrat terkecil dimaksudkan untuk mendapatkan harga estimasi dari suatu parameter yang paling mendekati harga yang sebenarnya dengan cara menentukan besaran yang tidak diketahui (parameter) dari sekumpulan data ukuran yang mempunyai pengamatan lebih. Penyelesaian hitung kuadrat terkecil dilakukan dengan mencari suatu nilai akhir yang unik dengan cara tertentu sehingga jumlah kuadrat residualnya (VTPV) minimum, sehingga tidak mungkin ada nilai hasil hitungan lain yang jumlah kuadrat residualnya (VTPV) lebih kecil (Hadiman, 1991). Nilai parameter yang diperoleh dengan hitung perataan sebenarnya merupakan nilai estimasi terhadap nilai benar atau representasi dari nilai terbaik. Prinsip hitung perataan adalah adanya ukuran lebih atau derajat kebebasan. Persamaan untuk menghitung derajat kebebasan (r) adalah :
r = n – u
Dalam hal ini :
n = jumlah pengukuran
  u = jumlah parameter yang akan dicari


PETA

Peta merupakan gambaran wilayah geografis, biasanya bagian permukaan bumi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Peta dapat menunjukkan banyak informasi penting, mulai dari supply listrik di daerah Anda sampai daerah Himalaya yang berbukit-bukit atau sampai kedalaman dasar laut.
Peta bisa menjadi petunjuk bagi pelancong/wisatawan, atau menjelaskan dunia dengan menyertakan jenis informasi geografi khusus. Peta juga dapat mengundang eksplorasi. Sebagai contoh, peta berwarna Pulau Marquases dengan pelabuhan yang eksotik seperti Hakapehi di Nuku Niva mungkin kedengaran menarik bagi seseorang. Dengan kata lain, peta yang berisi banyak detail yang menarik dari suatu daerah/wilayah dapat menggoda/menarik orang lain ke wilayah tersebut.


Sekilas tentang GPS


Beberapa tahun yang lalu Bill Clinton, presiden Amerika saat itu mengumumkan penggunaan sistem navigasi satelit untuk GPS mulai bisa digunakan oleh kalangan sipil, sebelumnya GPS adalah teknologi eksklusif yang hanya digunakan kalangan militer. GPS terdiri dari 3 bagian, bagian space yang mengatur konstelasi satelit, bagian control yang memantau dan mengatur orbit serta mengirimkan data, dan user sebagai pengguna GPS. GPS dirancang dan dikendalikan oleh Dephan Amerika yang kini bisa dinikmati oleh publik.
Perangkat GPS yang kita kenal seperti telepon selular atau PDA adalah sebuah GPS receiver. Pertama kali saya memegang GPS adalah sekitar pertengahan 2001 untuk keperluan pekerjaan, dibeli oleh kantor karena merek semakin banyak dan harga semakin relatif murah. GPS receiver bekerja menerima sinyal dari satelit GPS. Satelit ini cukup banyak yang mengorbit di Medium Earth Orbit (MEO), pada ketinggian 1.400km (Low Earth Orbit - LEO) hingga 36.000km (Geostationer Earth Orbit - GEO). Kumpulan satelit GPS dikenal sebagai konstelasi satelit GPS, saat ini sudah lebih dari 24 satelit mengorbit di atas bumi dalam 6 bidang orbital plane (tidak hanya mengorbit sejajar dengan equator).


Sekilas Tentang Geodesi


Ilmu ukur tanah adalah bagian dari ilmu geodesi yang mempelajari cara-cara pengukuran di permukaan bumi dan di bawah tanah untuk berbagai keperluan seperti pemetaan dan penentuan posisi relatif pada daerah yang relatif sempit sehingga unsur kelengkungan buminya dapat diabaikan.

Sedangkan geodesi mencakup cakupan yang lebih luas,tidak sekedar pemetaan dan penentuan posisi di darat, namun juga di laut,juga penentuan bentuk dan dimensi bumi baik dengan pengukuran permukaan bumi, dengan bantuan pesawat udara, maupun dengan satelit dan sistem informasinya.

Disiplin dari surveying, dapat digolongkan dalam berbagai bidang studi, yaitu:

Survei geodesi : meliputi penentuan bentuk dan ukuran bumi, medan gravitasi dan pembuatan jaring kontrol pemetaan. Aktifitasny dikembangkan tentang penentuan posisi dengan satelit.

Survey permukaan tanah datar (plane survey):pengukuran areal terbatas,efek kelengkungan bumi diabaikan. Survey permukaan tanah terdiri dari survey topografi,kadaster,rekayasa,dan tambang.

Survey fotogrametri:meliputi aspek-aspek pengukuran dan pemetaan dari foto udara dan foto terestris(darat), teknik penginderaan jauh dan interpretasi foto.

Survey radargrametri:subyeknya sama dengan fotogrametri, yang berbeda hanya panjang gelombang yang digunakan dan sensornya. Pada radargrametri menggunakan gelombang mikro dengan sensor aktif.

Survei topografi:pemetaan permukaan bumi fisik dan kenampekan hasil budaya manusia.unsur relief disajikan dalam bentuk garis kontur. Skala peta berkisar antara 1:500 sampai dengan 1:250.000 dengan interval garis kontur antara 0,25-100 mtr. Peta jenis ini yang berskala lebih besar dari 1:2500 disebut peta teknik dan yang tanpa garis kontur disebut peta plan.

Survey kadaster:untuk menentukan posisi batas kepemilikan tanah (persil), pemetaan bidang tanah untuk pendaftaran hak atas tanah dan untuk kepastian hukum atas kepemilikan tanah (sertifikat), serta pemetaan untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) atau kadastral fiskal.

Survey rekayasa:mencakup pemetaan topografi skala besar sebagai dasar dari perencanaan dan desain rekayasa seperti jalan, jembatan, bangunan gedung, jalan layang dan bendungan.

Suvey tambang(mine survey):mencakup teknik-teknik khusus yang diperlukan untuk menentukan posisi-posisi dan gambar proyeksi obyek,baik di bawah tanah maupun dipermukaan bumi.

Survey hidrografi:berkaitan dengan areal permukaan dan bawah air,terdiri dari 2 cabang, yaitu survei lepas pantai dan dekat pantai.

Selain disiplin survey diatas, untuk keperluan penggambaran peta masih diperlukan disiplin lain yaitu kartografi. Kartografi adalah ilmu dan seni pembuatan peta agarpenyajian peta menjadi informatif dan menarik. Subyeknya meliputi proyeksi peta,kartometri,desain,kompilasi,reproduksi,prosedur otomisasi dan lain-lain.

Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di permukaan bumi dan diatas peta. Permukaan bumi fisis yang tidak teratur mengakibatkan hubungan matematis antara posisi di atas peta sulit ditentukan. Oleh karena itu diambil pendekatanpermukaan bumi fisis yang mudah diurai secara matematis dan mendekati bentuk bumi yang sebenarnya, yaitu elipsoid dengan ukuran tertentu.

Posisi titik pada permukaan bumi biasanya dinyakatan dalam lintang dan bujur. Sedangkan posisi titik pada peta yang berupa bidang datar dinyatakan dalam koordinat kartesian (x,y) karena sulit untuk mendatarkan bidang lengkung tanpa adanya perubahan-perubahan atau distorsi, baik distorsi jarak,luas,bentuk,maupun arahnya. Bidang proyeksi yang bisa didatarkan antara lain bidang datar itu sendiri, kerucut dan bidang silinder. Sistem proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksi disebut proyeksi azimutal, yang menggunakan bidang kerucut disebut proyeksi konik, dan yang menggunakan bidang silinder dinamakan proyeksi mercator.



Monday, March 28, 2011

THEORETICAL TOPOGRAPHIC DATA

es, the beginning anTheoretical data obtained from the calculation that will be used as a reference in field measurment.The data obtained are trace the beginning and end of the trace given by the client with the coodinates that have been at set, from beginning and end of the traces,traced then made liaison with the calculation
1- Determine the large agle (a) of the initial trace (A).
2- Then trajectory is divided into distance d= 30 meters (the between the trace) and obtained values of x and y for each trace in the path :
Theoretical data can be calculated by using Microsoft Exsel. Then the result in autocad infut into program, and after that can be displayed as maps navigasi. Data teoretical infut into the memory card to be installed on the total theoretical station.Data is the used as the reference team topographic surveys in the measurment.Topographic survey to determine the trace and shoot point dots accurately according schedule given client,topographic in seismic survey is process to determine coordinate field (x,y,z) based on the theoretical map.Coordites theoretical planimetric coordites and elavation were detemined by field measurment.Theoretical coordites made based on parameters that werw supplied by the client,the client usually given the coorditd end of line ,a trace interval and the interval shoot point.




Sipat Datar/Levelling/Waterpassing

Pengukuran sipat datar/leveling/waterpassing bertujuan untuk menentukan beda tinggi antara titik-titik di atas permukaan bumi. Tinggi suatu obyek di atas permukaan bumi ditentukan dari suatu bidang referensi, yaitu bidang yang dianggap ketinggiannya nol. Bidang ini dalam Geodesi disebut bidang geoid, yaitu bidang equipotensial yang berimpit dengan permukaan air laut rata-rata (mean sea level). Bidang equipotensial juga disebut bidang nivo, dimana bidang ini selalu tegak lurus dengan arah gaya berat dimana saja dipermukaan bumi 
Prinsip pengukuran sipat datar
Pengukuran sipat datar adalah penentuan beda tinggi antara dua titik atau lebih dengan garis bidik horisontal yang diarahkan pada rambu-rambu yang berdiri tegak atau vertikal. Garis bidik (lurus) dapat dipenuhi dengan alat teropong, sedangkan untuk membuat mendatar dibantu dengan nivo tabung.
Prinsip dasar pengukuran beda tinggi metode sipat datar adalah dengan menghitung selisih bacaan benang tengah rambu muka dan rambu belakang yang didirikan pada kedua titik pengamatan. Gambaran prinsip pengukuran sipat datar dapat dilihat pada gambar
Keterangan gambar :
a : bacaan benang tengah rambu belakang
b : bacaan benang tengah rambu muka
HA dan HB : tinggi titik A dan B diatas bidang referensi.
∆HAB : beda tinggi antara titik A dan B
Berdasarkan gambar (I.1) tersebut dapat dicari beda tinggi antara titik A dan B dengan persamaan :
∆HAB = a – b
Untuk menentukan tinggi suatu titik dengan sipat datar dibutuhkan sedikitnya satu titik lain yang telah diketahui tingginya. Dengan mengasumsikan tinggi titik A (HA) telah diketahui, maka tinggi titik B (HB) dapat dicari dengan persamaan :
HB = HA + ∆HAB
Apabila alat didirikan di antara dua buah rambu, maka antara dua buah rambu dinamakan slag yang terdiri dari bidikan ke rambu muka dan rambu belakang. Pada teropong, selain garis bidik atau benang tengah (BT), umumnya dilengkapi dengan benang stadia, yaitu benang atas (BA) dan benang bawah (BB). Selain untuk pengukuran jarak optis, bacaan BA dan BB kontrol pembacaan benang tengah (BT), dimana seharusnya pembacaan BT = ½ (BA+BB)


Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh (Inderaja)
Penginderaan jauh (remote sensing) adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1994)
Pengumpulan data penginderaan jauh dilakukan dengan menggunakan alat pengindera atau alat pengumpul data yang disebut sensor. Berbagai sensor pengumpul data dari jarak jauh, umumnya dipasang pada wahana (platform) yang berupa pesawat terbang, balon, satelit, atau wahana lainnya. Objek-objek data atau objek yang indera adalah objek yang terletak di permukaan bumi, di atmosfer (dirgantara) dan di antariksa. Pengumpulan data tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sesuai dengan tenaga yang digunakan. Tenaga yang digunakan dapat berupa variasi distribusi energi elektromagnetik. Data penginderaan jauh dapat berupa citra (imaginery), grafik, dan data numerik. Data tersebut dapat dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang objek, daerah, atau fenomena daerah yang diindera atau yang diteliti. Proses penerjemahan data menjadi informasi disebut analis atau interpretasi data. Apabila proses penerjemahan tersebut dilakukan secara digital dengan bantuan komputer disebut interpretasi digital.
Analisis data penginderaan jauh memerlukan data rujukan seperti peta tematik, data statistik, dan data lapangan. Hasil analisis yang diperoleh berupa informasi mengenai bentang lahan, jenis penutup lahan, kondisi lokasi, dan kondisi sumber daya daerah yang diindera. Informasi tersebut bagi para pengguna dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam mengembangkan daerah tersebut. Keseluruhan proses mulai dari pengambilan data hingga penggunaan data disebut Sistem Penginderaan Jauh.



Hitung Perataan Kuadrat Terkecil


Setiap pengukuran selalu dihinggapi kesalahan yang sifatnya acak. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode yang dapat menentukan nilai parameter tertentu dengan meminimalkan kesalahan acak. Hitung perataan adalah suatu cara untuk menentukan nilai koreksi yang harus diberikan pada hasil pengukuran, sehingga hasil pengukuran memenuhi syarat geometriknya (Wolf, 1980). Syarat geometrik merupakan suatu kondisi yang harus dipenuhi dari hubungan suatu pengukuran dengan pengukuran lainnya.
Hitung perataan kuadrat terkecil dimaksudkan untuk mendapatkan harga estimasi dari suatu parameter yang paling mendekati harga yang sebenarnya dengan cara menentukan besaran yang tidak diketahui (parameter) dari sekumpulan data ukuran yang mempunyai pengamatan lebih. Penyelesaian hitung kuadrat terkecil dilakukan dengan mencari suatu nilai akhir yang unik dengan cara tertentu sehingga jumlah kuadrat residualnya (VTPV) minimum, sehingga tidak mungkin ada nilai hasil hitungan lain yang jumlah kuadrat residualnya (VTPV) lebih kecil (Hadiman, 1991). Nilai parameter yang diperoleh dengan hitung perataan sebenarnya merupakan nilai estimasi terhadap nilai benar atau representasi dari nilai terbaik. Prinsip hitung perataan adalah adanya ukuran lebih atau derajat kebebasan. Persamaan untuk menghitung derajat kebebasan (r) adalah :
r = n – u
Dalam hal ini :
n = jumlah pengukuran
  u = jumlah parameter yang akan dicari

Friday, March 18, 2011

TOPOGRAPHIC MEASURMENT

Crew Topografi
Process Measurment Total Station
Measurement made using the method stake out the ETS(electronic total station),this method is to place the position of the point coordinates in the field based on theoreticaldata.measurement bound to control point it aims to keep those point are not far off the mark too with theoretical coordinates on a new trajectory measurement,Determination point made by making the point nearest BM as a tie point.measurement of the direction and distance to reading of stakes in the ETS which is the position of the stick prism. stick prism placed in the position in accordance with coordinates theoretical ,during measuring stick we use theree sets of prism,one to fore shoot.one to point shoot ,shoot back and fore shoot in a stationary position while the point shoot point shiet in accordance with who wants at the measuring point .After that shoot fore position serve as the position of the ETS,or commonly referred to as sentring force whereas ETS position previously used as back position back position shoot,The data are taken is the distance side because of the distance we gain altitude oblique.Azimuth of the sun at least once in the beginning or end of measurement on day stake out coodinates is major activity in the field of topographic survey,in this method use tool set 303 SOKKIA.This tool is used to determined trace point and shootpoint in the field which data is sourced from the coordinates were determined also theoretical in addition from MSL to trace points and shootpoint used different peg.to trace a bule peg while for red then point,shoot point to start and ending coordinates of the line is determined by client. Usually for the source in 2D only odd shoot point but is skipped if the terrain does not allow the production of SP add ( such as settlements,rivers,etc ) then made SP,SP even to compensate the lost,so that the distance between normal with SP,SP compensation to 30 meter,geometric differences betweet 3D and 2D seismic located on the source and trace placement.for 2D source and is loceted on one line, even through in 3D source and trace lies in the line that there is different where there are source line (SL) and the receiver line (SL).for the measurment of the initial measurment optimasi (start line) is not made at the beginning or end of the line. This is caused not yet available access to the beginning or end of the line,to overcome the problem,there are several ways that made them :
1. Measurment traverse ,this measurment is essentially bound to make a perfect polygon of GPS points,which has been observed,which was made in the control placement of traverse points in the place sepressi possible with the intersection line,rejuvanate the start line.
2. Translock coordinates,on principle this process is same as the binding to the faces of polygon,where the set 2. Pieces of GPS point in determining the point translock belt.Before performing topographic measurments,firts,conducted in coordination with departements and other sub-jobs, especially those adjacent to the measurment time job topography,such as path ,bridging and drilling.This is done so that does not happen the chase time job,let alone overlap.After disscussion made the program schedule.The first program topography measurment ,which in turn followed path,bridging,drilling,recoording .Department of topo also do work side by side against the other department such as explanation access location, the existence of trace stakes and shoot point ,until the offset and compensation.Tecnically,before doing stake out work,first ferformed to define the azimuth measurment sunshot beginning of the start point line.Further measurments were taken stake out,which coordinates the existing theoretical and entered on memory device and asked to determine the coordinates of the trace point and shot in the field .The points trace and shot point is determined from the points already fixed polygon or in other words the points polygon is a point of basic frame work.At the end of the measurment was repeated sunshot as the final azimuth control and then crossing between the line.Then fix the binding,at that point,the process of 3D seismic stake out the coordinates.measurments were taken at the start line,then tied in a single block,to get the cordinates of the point of each loop block. The block are separated into several swath according to the number of SL and RL,block width is adjusted with the precision of the distance.Each block covers precision is inversely proportional to its distance,then a big correction. As much as possible this block to close at each end of the SL and RL,so that the coordinates of the point produced mord good blocks. At the time of measurment,were also planting seismic BM. BM is made to reconstruct the point line is needed, if any program devolopment survey .BM seismic are :
- Uneven distribution of BM (cover) the whole line .
- To socialize with people .BM is an important point not tobe disturbed. BM seismic and BM GPS is a point for defining the datum if the reconstruction will be done.